Jualan Rumah Syariah itu Gampang!

Pertama, agen/agency MOU dulu dengan developer, minta produk knowledgenya (pricelist, brosur, copywriting dll)

Trus mulai deh jualan online dan offline, untuk yang pertama kali jualan, sebaiknya gabung ke agency, biar diajarin ama tim leadernya gimana cara jualan.

Begitu dapat konsumen, ajak survey ke lokasi proyek perumahan, jangan lupa setor data konsumen ke developer.

Sampe proyek, cukup duduk aja dengerin tim developer yang jelasin ke konsumennya.

Begitu konsumen menyatakan minat dan bayar booking, tinggal nunggu kabar akad dari developer.

Di SDP begitu ada yang booking, konsumen langsung kita follow up mintain data2 sekalian kirimin draft akadnya, proses persetujuan dalam 3 hari.

Bila cocok, lanjut ke jadwal akad istishna. 
Bila gak cocok, kita kembalikan uang bookingnya.

Akad istishna dilaksanakan 7 hari setelah booking, berbarengan dengan konsumen bayar DP.

Bila akadnya weekend, bayar DP bisa hari jumat sebelumnya, atau hari senin besoknya.
Saat akad, agen dampingin sebagai saksi.

Setelah akad selesai dan konsumen transfer DP, agen bisa langsung email invoice, komisi langsung cair sebelum agen tutup laptopnya (haha becanda).

Bila diperjalanan setelahnya ternyata konsumen membatalkan pembeliannya, komisi gak akan diminta kembali.

Di SDP, harga rumahnya 900jutaan, fee 3%, alias sekitar 27jtaan.

Coba itu, 27jt dalam waktu seminggu?

Kalo di konven, agen bisa nunggu berbulan-bulan proses KPR, dan belum tentu konsumennya disetujui bank.

Tapi, masiiih aja ada agen yang gak mau jualin perumahan syariah? Masih ragu kali.

Yudianto Malakiano

Bagikan Artikel

Jumlah Komentar (0)

Berikan Komentar

KARYAWAN TETAP (KARTAP)

Sebelum terjun ke dunia bisnis, saya sempat beberapa kali keluar masuk jadi karyawan di perusahaan elektronik di kawasan industri MM2100 Cibitung dan kawasan EJIP Cikarang.

Berbekal gelar...