KARYAWAN TETAP (KARTAP)

Sebelum terjun ke dunia bisnis, saya sempat beberapa kali keluar masuk jadi karyawan di perusahaan elektronik di kawasan industri MM2100 Cibitung dan kawasan EJIP Cikarang.

Berbekal gelar sarjana teknik elektro, saya pikir akan sangat mudah untuk menjadi KARYAWAN TETAP (KarTap) di kawasan yang memang isinya rata2 perusahaan elektronik itu.

Nyatanya, saya butuh waktu bekerja hingga 3 tahun, baru bisa jadi kartap.

Sebelum menjadi kartap, umumnya ada perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) antara karyawan dan perusahaan, dari mulai 3 bulan sampai 12 bulan perkontrak, dan kontrak ini hanya bisa sekali perpanjangan atau maksimal 3 tahun, setelah itu perusahaan harus mengangkat menjadi kartap atau dirumahkan.

Nah, yang saya perhatikan adalah, para HRD di kawasan tersebut sepertinya sudah ada kerjasama, terutama untuk perusahaan sejenis, mereka hanya menukar-nukar karyawan yang sudah dua kali kontrak, sehingga tidak perlu lagi ada pengangkatan menjadi kartap, tapi tetap mendapatkan karyawan baru yang berpengalaman.

Padahal, dengan menjadi kartap, bisa dibilang adalah impian semua karyawan.

Dengan status sebagai kartap, kesempatan untuk membeli rumah menjadi lebih mudah, karna hampir semua bank MEWAJIBKAN 'karyawan tetap' sebagai salah satu persyaratan di KPR-nya.

Memiliki rumah, itulah salah satu tujuan kita bekerja.

Dengan memiliki rumah, kita semakin pede untuk menemui calon mertua.

Dengan memiliki rumah, kita bisa memberikan penghidupan yang layak untuk keluarga.

Dengan memiliki rumah, kita bisa menabung lebih optimal, karna harga rumah kita, naiknya tetap jauh lebih tinggi dari jumlah DP dan angsuran yang kita bayarkan setiap bulannya.

Dan ternyata, memiliki karyawan tetap bagi pengusaha adalah beban yang cukup berat, karna banyaknya tunjangan2 yang harus diberikan, sehingga gonta ganti karyawan tetaplah menjadi pilihan terbaik.

Efeknya apa? Semakin sulit untuk menjadi karyawan tetap, menjadikannya semakin sulit untuk memiliki rumah melalui KPR bank, hanya bank-bank tertentu saja yang menerima pengajuan KPR karyawan kontrak, dengan beberapa syarat yang ketat tentunya.

Tapi kini bersyukurlah, dengan semakin ramainya kehadiran para developer property syariah tanpa bank, yang dengan rela menunggu laba belakangan, yang berdarah2 mengatur cashflow, bahkan sebagian tumbang ditengah jalan, untuk demi membantu saudara2 kita memiliki rumah tanpa harus menjadi karyawan tetap.

Bersyukurlah, bukan hanya karyawan kontrak, tapi juga para pedagang UMKM, tukang ojek, dll yang tidak memiliki slip gaji, kini bisa memiliki rumah dengan mudah.

Saya apresiasi sebesar-besarnya kepada semua teman-teman developer property syariah tanpa bank yang masih terus berjuang, agar tidak ada lagi orang yang tidak bisa memiliki rumah hanya karna belum menjadi karyawan tetap. Allahul musta'an.

Yudianto Malakiano
Https://syamsagroup.co.id

Bagikan Artikel

Jumlah Komentar (0)

Berikan Komentar

KARYAWAN TETAP (KARTAP)

Sebelum terjun ke dunia bisnis, saya sempat beberapa kali keluar masuk jadi karyawan di perusahaan elektronik di kawasan industri MM2100 Cibitung dan kawasan EJIP Cikarang.

Berbekal gelar...