Keuntungan berdasarkan resiko

“Tidak boleh ada keuntungan tanpa menanggung resiko kerugian.” (Ahmad 6831, Nasa’i 4647, dan dishahihkan al-Albani)

Berbisnis yang tidak mau menanggung resiko kerugian, bisa di pastikan itu mengandung riba. Dari kaidah diatas, semestinya semakin tinggi resiko, maka potensi keuntungan haruslah lebih banyak juga. Saya yang pernah menjadi developer berbank lalu pindah ke developer syariah tanpa bank, mengakui bahwa developer syariah tanpa bank jauh lebih beresiko dibanding developer berbank, kita bicara secara bisnis, terlepas dari resiko hukuman riba di akhirat nanti.

Di developer syariah tanpa bank, anda tidak hanya diwajibkan mengerti tentang bagaimana cara mengakuisisi lahan, membuat RAB, legalitas, mendesain dan membangun rumah, infra dan semua sarprasnya.Tapi juga harus sangat paham bagaimana fiqih muamalahnya, bagaimana mengatur keuangannya agar tanah, bangunan dan semuanya bisa terpenuhi mengandalkan DP dan angsuran, bagaimana menata hati ketika menghadapi berbagai macam konsumen selama bertahun-tahun.

Maka dengan resiko yang lebih tinggi itu, udah seharusnya laba yang didapat pun harus lebih tinggi dibanding developer berbank.Umumnya dalam developer berbank dalam membuat action plan, di mana di sana akan menentukan rencana harga jual, rencana anggaran biaya dan rencana laba rugi, akan mengambil target laba sekitar 15-20 persen dari omset penjualan cash.

Maka developer syariah tanpa bank, jangan coba-coba membuat action plan dan menentukan laba dari omset kredit, tetap buat dari omset harga cash, sedangkan laba pembelian kredit adalah bonus.

Buat yang udah berpengalaman membuat RAB pun, terkadang realisasi di lapangan, banyak biaya diluar perencanaan, padahal idealnya realisasi yang mengikuti bajet RAB, bukan bajet RAB yang menyesuaikan realisasi.

Makanya saya agak 'kaget dan heran', kalo ada developer syariah tanpa bank, yang harga jualnya di bawah harga pasaran, DP yang rendah dan promo marketing yang dahsyat. Jangan-jangan menghitung target labanya dari target omset kredit, padahal seandainya semua beli kredit trus konsumen melakukan pelunasan ditengah jalan, masa iya gak dikasih diskon pelunasan, trus gimana kalo yang beli cash semua, bisa wasalam.

Bagikan Artikel

Jumlah Komentar (0)

Berikan Komentar

Rumah Syariah Tenornya Pendek?

Bila sebelumnya ada konsumen yang menanyakan masalah DP, ada juga beberapa konsumen kami menanyakan masalah tenor, bisa gak dibuat 15 tahun seperti bank, agar cicilannya lebih ringan? Sejauh ini sa...